√ Masjid Bayan Beleq, Masjid Kuno di Lombok<span class="rating-result after_title mr-filter rating-result-311">			<span class="no-rating-results-text">No ratings yet.</span>		</span>

√ Masjid Bayan Beleq, Masjid Kuno di Lombok No ratings yet.

Masjid Bayan Beleq, adalah salah satu warisan budaya yang sudah barang tentu haruslah dipelihara sebagai situs cagar budaya yang memiliki kontribusi dalam National Heritages. Warna merah pada ciri bangunan masjid kuno Bayan menunjukkan keberanian dalam menegakkan jati diri sebagai masyarakat budaya yang dibangun berdasarkan sifat religius yang kuat. Konstruksi Masjid Kuno Bayan ini sendiri memiliki filosofis tersendiri, konstruksinya terdiri dari kepala, badan dan juga kaki, hal ini menggambarkan dunia atas, dunia tengah dan juga dunia bawah yang merupakan satu kesatuan di dalam entitas kosmos masyarakat Lombok Utara.

Masjid Bayan Beleq, Masjid Kuno di Lombok

Apabila dilihat dari jarak dekat, Masjid Bayan Beleq tidak ubahnya rumah-rumah di desa Bayan, yang memilii bentuk bangunan serupa dengan bentuk dari bangunan rumah-rumah tradisional asli dari masyarakat Bayan. Saat pertama melihatnya, Anda mungkin saja tidak akan mengira dan menyadari bahwa bangunan ini adalah sebuah masjid.

Di dalam masjid bayan beleq ini juga terdapat sebuah bedug terbuat dari kayu yang digantung pada tiang atap masjid serta makam beleq (makam besar) dari salah seorang penyebar agama Islam yang pertama ada di kawasan ini, yaitu Gaus Abdul Rozak. Tepat di belakang kanan dan depan kiri masjid terdapat dua buah gubuk kecil yang di dalamnya terdapat makam tokoh-tokoh agama yang turut serta membangun dan mengurus masjid ini sejak dari awal berdirinya.

Please rate this

√ Masjid al-Nabawi Madinah<span class="rating-result after_title mr-filter rating-result-296">			<span class="no-rating-results-text">No ratings yet.</span>		</span>

√ Masjid al-Nabawi Madinah No ratings yet.

Masjid al-Nabawi merupakan salah satu masjid terpenting bagi umat Islam yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi. Masjid ini dibangun oleh Nabi Muhammad S.A.W dan menjadi tempat makam beliau beserta para sahabatnya. Masjid ini adalah salah satu masjid utama bagi umat Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan juga Masjidil Aqsa di Yerusalem. Masjid ini merupakan Masjid terbesar ke-2 di dunia, tentunya setelah Masjidil Haram di Mekkah.

Masjid al-Nabawi Madinah

Masjid al-Nabawi merupakan masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah S.A.W, setelah Masjid Quba yang beliau dirikan dalam perjalanan hijrah dari Mekkah menuju Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak pertama Rasulullah S.A.W. tiba di Madinah.

Pada mulanya, masjid al-Nabawi ini berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atapnya 3,5 m. Rasulullah S.A.W. turut serta membangun dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para sahabat beserta kaum muslimin. Tembok di keempat sisi masjid terbuat dari batu bata dan juga tanah, sedang atapnya terbuat dari daun kurma dengan tiang-tiang penopang masjid dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan pada malam hari. Hanya di waktu Isya, diberikan sedikit penerangan dengan membakar jerami.

Setelah itu berkali-kali masjid al-Nabawi ini direnovasi serta diperluas. Renovasi yang pertama dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab tahun 17 H, dan yang kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan tahun 29 H. Ditambah dengan lantai atas yang mencapai luas 67.000 m² dan pelataran masjid yang bisa digunakan untuk salat seluas 135.000 m². Masjid Nabawi saat ini dapat menampung kira-kira 535.000 jamaah.

Please rate this

√ Masjid Al-Aqsa Bernilai Historis Tinggi<span class="rating-result after_title mr-filter rating-result-293">			<span class="no-rating-results-text">No ratings yet.</span>		</span>

√ Masjid Al-Aqsa Bernilai Historis Tinggi No ratings yet.

Masjid Al-Aqsa, adalah salah satu tempat suci bagi agama Islam dan menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem. Kompleks tempat masjid ini yang di dalamnya terdapat Kubah Batu dikenal oleh umat Islam dengan Al-Haram Asy-Syarif atau juga tanah suci yang mulia. Tempat ini bagi umat Yahudi beserta Kristen dikenal dengan sebutan Bait Suci atau Temple Mount, suatu tempat paling suci dalam agama Yahudi yang dipercaya menjadi tempat Bait Pertama dan Bait Kedua dahulu pernah berdiri.

Masjid Al-Aqsa Bernilai Historis Tinggi

Masjid Al-Aqsa secara luas dianggap tempat suci ketiga bagi umat Islam. Umat muslim percaya bahwa Nabi Muhammad SAW diangkat ke Sidratul Muntaha dari tempat ini setelah awalnya dibawa dari Masjid Al-Haram di Mekkah menuju Al-Aqsa dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Kitab-kitab hadist menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan umat Islam agar berkiblat ke arah Masjid Al-Aqsa atau Baitul Maqdis sampai 17 bulan setelah hijrah ke Madinah. Kemudian kiblat salat menjadi Ka’bah di dalam Masjidil Haram, Mekkah, sampai sekarang.

Masjid Al-Aqsa pada awalnya merupakan rumah ibadah kecil yang didirikan oleh Umar bin Khattab, salah satu dari Khulafaur Rasyidin, namun telah diperbaiki dan dibangun kembali oleh khalifah Umayyah Abdul Malik dan akhirnya diselesaikan oleh putranya Al-Walid tahun 705 Masehi. Setelah peristiwa gempa bumi tahun 746, masjid ini hancur seluruhnya dan kemudian dibangun kembali oleh khalifah Abbasiyah Al-Mansur tahun 754, dan dikembangkan oleh penggantinya Al-Mahdi pada tahun 780.

Please rate this

√ Masjid Al Markaz Al Islami Makassar<span class="rating-result after_title mr-filter rating-result-290">			<span class="no-rating-results-text">No ratings yet.</span>		</span>

√ Masjid Al Markaz Al Islami Makassar No ratings yet.

Masjid Al Markaz Al Islami yang satu ini dikelola oleh Yayasan Islamic Center dan merupakan masjid termegah serta terbesar di titik sentral area atau kawasan timur Indonesia, kota Makassar. Masjid yang monumental ini berdiri kokoh sebagai pusat peradaban serta pengkajian Islam yang mencerminkan kebanggaan dan juga sebagai identitas masyarakat Sulawesi Selatan yang agamis, beradab, serta bernapaskan Islam.

Masjid Al Markaz Al Islami Makassar

Masjid Al Markaz Al Islami yang megah ini dirancang oleh arsitek yang telah berkreasi dalam pembuatan berbagai masjid besar, yaitu Ir. Ahmad Nu’man. Arsitekturnya sendiri terinspirasi dari Masjidil Haram di Mekkah dan juga Masjid Nabawi di Madinah. Meskipun demikian, bentuk masjid tidak serta merta melupakan unsur arsitektur khas Sulawesi Selatan. Hal ini dapat terlihat dari atapnya yang berbentuk kuncup segi empat yang terisnpirasi dari Masjid Katangka, Gowa yang merupakan masjid tertua di Sulawesi Selatan dan juga rumah Bugis-Makassar pada umumnya.

Secara keseluruhan, pondasi bangunan masjid al markaz al islami ini sangat kuat dengan 450 tiang pancang yang berkedalaman 21 meter. Untuk bagian atapnya digunakanlah bahan tembaga atau tegola yang merupakan buatan Italia. Dinding lantai satunya menggunakan keramik, sedangkan untuk lantai dua dan tiga menggunakan batu granit.

Masjid al markaz al islami ini juga memiliki menara dengan tinggi 84 meter, dengan ukuran 3 x 3 meter. Tinggi menara masjid ini hanyalah kurang 1 meter dari menara Masjid Nabawi. Dan pada ketinggian 17 meter di menara tersebut ada bak penampungan air bervolume 30 m3.

Keunikan lain masjid al markaz al islami ini terletak pada namanya. Sejak akhir Desember tahun 2005, melalui rapat pengurus Yayasan Islamic Center di Jakarta, disepakatilah menggunakan nama Al-Markaz Al-lslami Jenderal M. Jusuf. Nama ini adalah penghargaan terhadap mantan Ketua BPK yaitu (alm) Jenderal M. Jusuf, seorang pencetus gagasan pembangunan kompleks masjid dan juga pendidikan Islam tersebut.

Please rate this

√ Masjidil Haram Masjid Suci Umat Islam<span class="rating-result after_title mr-filter rating-result-286">			<span class="no-rating-results-text">No ratings yet.</span>		</span>

√ Masjidil Haram Masjid Suci Umat Islam No ratings yet.

Masjidil Haram merupakan sebuah masjid yang ada di kota Mekkah yang dianggap sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini menjadi tujuan utama dalam ibadah haji. Dibangun mengelilingi Ka’bah yang merupakan arah kiblat bagi umat Islam sedunia dalam mengerjakan ibadah Salat. Masjid ini pun adalah Masjid terbesar di dunia.

Masjidil Haram Masjid Suci Umat Islam

Pengertian Masjidil Haram tidak hanya sebagai masjid di kota Mekkah saja, namun para ulama ada yang berbeda pendapat akan hal ini karena ada yang mengatakan bahwa arti dari masjidil haram adalah semua tempat di kota Mekkah.

Imam Besar Masjidil Haram adalah Syaikh Abdurrahman As-Sudais yang merupakan seorang imam yang telah dikenal dalam membaca Al Qur’an dengan artikulasi yang jelas serta suara yang begitu merdu begitu juga Syaikh Shuraim.

Muadzin besar serta paling senior di Masjidil Haram bernama Ali Mulla yang memiliki suara adzan yang sangat terkenal di dunia islam begitu juga pada media internasional.

Menurut keyakinan dari umat Islam, Ka’bah pertama kali dibangun oleh Nabi Adam. Dan kemudian dilanjutkan oleh Nabi Ibrahim bersama dengan putranya, Nabi Ismail yang meninggikan dasar – dasar Ka’bah sekaligus membangun masjid di sekeliling Ka’bah. Ka’bah kurang lebih terletak di tengah masjidil Haram dengan tinggi mencapai lima belas hasta san berbentuk kubus batu besar.

Perluasan Masjidil Haram dimulai tahun 638 masa khalifah Umar bin Khattab, dengan membeli rumah-rumah di sekeliling Ka’bah serta diruntuhkannya demi tercapainya perluasan, kemudian diteruskan lagi di masa khalifah Usman bin Affan sekitar 647 M.

Please rate this

√ Masjid Al Akbar Surabaya, Terbesar Kedua di Indonesia<span class="rating-result after_title mr-filter rating-result-282">			<span class="no-rating-results-text">No ratings yet.</span>		</span>

√ Masjid Al Akbar Surabaya, Terbesar Kedua di Indonesia No ratings yet.

Masjid Al Akbar Surabaya atau biasa disebut juga Masjid Agung Surabaya adalah masjid terbesar kedua di Indonesia. Lokasinya ada di Kota Surabaya, Jawa Timur dan  menjadi masjid terbesar setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Posisi masjid ini tepat berada di samping Jalan Tol Surabaya-Porong. Ciri khas yang mudah dilihat adalah kubahnya yang besar dan didampingi 4 kubah kecil berwarna biru. Masjid ini memiliki satu menara yang tingginya mencapai 99 meter.

Masjid Al Akbar Surabaya, Terbesar Kedua di Indonesia

Masjid Al Akbar Surabaya mulai dibangun tanggal 4 Agustus 1995, berdasar atas gagasan Wali Kota Surabaya saat itu yaitu H. Soenarto Soemoprawiro. Pembangunan Masjid ini waktu itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI Try Sutrisno. Tapi karena krisis moneter yang terjadi, pembangunannya dihentikan sementara waktu. Dan pada tahun 1999, masjid ini dibangun kembali dan selesai tahun 2001. Pada tanggal 10 November 2000, Masjid ini diresmikan sendiri oleh Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid.

Secara fisik, luas bangunan dan fasilitas penunjang Masjid Al Akbar Surabaya adalah 22.300 meter persegi, rinciannya panjang 147 meter dan lebar 128 meter. Bentuk atap Masjid ini terdiri dari 1 kubah besar didukung 4 kubah kecil berbentuk limasan dan juga sebuah menara. Keunikan bentuk kubah masjid ini terletak pada bentuk kubahnya yang hampir menyerupai setengah telur 1,5 layer dan bertinggi sekitar 27 meter. Untuk menutup kubah, digunakanlah sebuah produk yang juga digunakan di beberapa masjid raya seperti layaknya Masjid Raya Selangor di Syah Alam (Malaysia). Ciri khas lainnya dari masjid raksasa ini adalah pintu masuk menuju kedalam ruangan masjid tinggi dan besar serta mihrabnya yang merupakan mihrab masjid terbesar di Indonesia.

Please rate this

√ Masjid Agung Palembang Perpaduan 3 Kebudayaan<span class="rating-result after_title mr-filter rating-result-279">	<span class="mr-star-rating">			    <i class="fas fa-star mr-star-full"></i>	    	    <i class="fas fa-star mr-star-full"></i>	    	    <i class="fas fa-star mr-star-full"></i>	    	    <i class="fas fa-star mr-star-full"></i>	    	    <i class="fas fa-star mr-star-full"></i>	    </span><span class="star-result">	5/5</span>			<span class="count">				(2)			</span>			</span>

√ Masjid Agung Palembang Perpaduan 3 Kebudayaan 5/5 (2)

Kisah Masjid Agung Palembang berawal saat terjadinya perang antara masyarakat Palembang dengan Belanda pada tahun 1659 M, sebuah masjid terbakar. Masjid tersebut adalah masjid yang dibangun oleh Sultan Palembang masa itu, Ki Gede Ing Suro, berlokasi di Keraton Kuto Gawang. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1738 M, Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo yang membangun kembali masjid ini tepat pada lokasi berdirinya masjid yang terbakar.

Masjid Agung Palembang Perpaduan 3 Kebudayaan

Pembangunan masjid yang baru ini memakan waktu cukup lama, sampai pada 26 Mei 1748 atau 28 Jumadil Awal 1151 tahun hijriah, masjid baru diresmikan berdiri. Di awal pembangunan, Masjid Agung Palembang disebut oleh masyarakat Palembang sendiri dengan nama Masjid Sulton.

Masjid Agung Palembang adalah salah satu masjid tertua yang ada di nusantara dan sudah mengalami berbagai renovasi. Salah satu renovasi besar yang terjadi adalah pada tahun 1999. Renovasi dilakukan oleh Gubernur Laksamana Muda Haji Rosihan Arsyad yang tidak hanya memperbaiki bagian yang rusak, namun juga merestorasi bangunan masjid ini dengan menambahkan tiga bangunan baru. Ketiga bangunan tersebut adalah, bangunan di bagian selatan masjid, utara, dan bagian timur. Pada renovasi dan restorasi ini, kubah masjid mengalami perbaikan di berbagai sisinya.

Dari bentuknya, Masjid Agung Palembang mempunyai ciri khas dari perpaduan tiga kebudayaan, yaitu kebudayaan Indonesia, Eropa, serta Tiongkok. Tiga ciri khas kebudayaan ini merekat dalam setiap sisi bangunan masjid. Pintu utama masjid contohnya, menunjukkan pengaruh kebudayaan Eropa. Pada bagian atap masjid, terlihat pengaruh Tiongkok, mengingat bentuk atap masjid menyerupai bentuk kelenteng.

Please rate this

√ Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Berpayung Motoris<span class="rating-result after_title mr-filter rating-result-276">			<span class="no-rating-results-text">No ratings yet.</span>		</span>

√ Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Berpayung Motoris No ratings yet.

Masjid Agung Jawa Tengah mulai dibangun sejak tahun 2001 hingga selesai keseluruhan pada tahun 2006. Masjid ini sendiri berdiri di atas lahan 10 hektare. Diresmikan langsung oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) adalah masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah.

Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Berpayung Motoris

Masjid Agung Jawa Tengah dirancang dengan gaya arsitektural campuran Jawa, Islam serta Romawi. Arsiteknya adalah Ir. H. Ahmad Fanani dari PT. Atelier Enam Jakarta yang memenangkan sayembara desain MAJT tahun 2001. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa tapidibagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar dengan diameter 20 meter ditambah dengan 4 menara setinggi 62 meter di tiap penjuru atapnya. Masjid ini lengkap dengan satu menara terpisah dari bangunan masjid dengan tinggi 99 meter. Masjid ini juga memiliki payung motoris yang bisa membuka dan menutup apabila diperlukan.

Gaya Romawi terlihat dari bangunan 25 pilar di pelataran masjid agung jawa tengah ini. Pilar pilarnya bergaya koloseum Athena di Romawi dan dihiasi kaligrafi yang indah, menyimbolkan 25 Nabi dan Rosul, pada gerbang ditulis dua kalimat syahadat, dan pada bidang datar tertulis huruf Arab Melayu “Sucining Guno Gapuraning Gusti“.

Daya tarik lain dari masjid agung jawa tengah ini adalah Menara Al Husna atau Al Husna Tower dengan tinggi 99 meter. Bagian dasar dari menara ini adalah Studio Radio Dais (Dakwah Islam). Sedangkan di lantai 2 dan 3 digunakan sebagai Museum Kebudayaan Islam, di lantai 18 terdapat Kafe Muslim yang bisa berputar 360 derajat. Lantai 19 adalah menara pandang, dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat keindahan kota Semarang.

Please rate this

√ Masjid Agung Jamik Singaraja, Kebanggaan Masyarakat Singaraja<span class="rating-result after_title mr-filter rating-result-272">			<span class="no-rating-results-text">No ratings yet.</span>		</span>

√ Masjid Agung Jamik Singaraja, Kebanggaan Masyarakat Singaraja No ratings yet.

Masjid Agung Jamik Singaraja merupakan sebuah masjid bersejarah yang berlokasi tepat di Jalan Hasanuddin, kelurahan Kampung Kajanan, di Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia. Menurut candrasengkala yang dulu pernah ditemukan, masjid ini sendiri didirkan pada tahun 1654 Masehi. Masjid inilah yang menjadi kebanggaan masyarakat Singaraja, karena nilai historisnya yang menjadi saksi masuknya agama Islam di Bali.

Masjid Agung Jamik Singaraja, Kebanggaan Masyarakat Singaraja

Sejarah masjid agung jamik singaraja ini tak bisa dilepaskan dari peran seorang Raja Buleleng A.A. Ngurah Ketut Jelantik Polong yang beragama Hindu. Pintu kayu yang berukir warna hijau di gerbang masjid merupakan pemberian dia ketika masjid ini pertama kali dibangun. Masjid ini ceritanya didirikan pada tahun 1846M pada masa pemerintahan Raja Buleleng A.A. Ngurah Ketut Jelantik Polong. Dia adalah seorang penganut agama Hindu Bali, maka berbagai pengaturan pelaksanaan dan ke-pengurusannya diserahkan langsung kepada saudaranya yang beragama Islam yang  bernama A.A. Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie dan Abdullah Maskati.

Masjid Agung Jamik Singaraja ini menjadi salah satu saksi bisu indahnya toleransi beragama yang terjadi di Pulau Dewata sejak pertama kali Islam Masuk ke Pulau Bali sampai sekarang. Masjid Agung Jamik Singaraja hingga kini juga masih menyimpan kitab Alqur’an tulisan tangan dari A.A. Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie dan hingga sekarang masih ada keturunan dia dan tetap menggunakan nama Gusti meski memeluk agama islam.

Please rate this

Copyright © 2026 ☎ 0812-9518-8008 √ Harga Jual Karpet Masjid Turki